Berkat Yusuf

1. Penyertaan Tuhan

 

Yusuf walaupun sebagai budak karena telah dijual oleh saudara-saudaranya dan orang Ismael, tetapi Tuhan menyertainya dan membuat ia selalu berhasil. Yusuf melakukan semua pekerjaannya dengan baik, sehingga Potifar memberikan apresiasi yang tinggi dengan menyerahkan seluruh kuasa rumah dan harta milik kepada Yusuf. Karena kebaikan Potifar pada Yusuf, maka Tuhan memberkati rumah dan ladang Potifar. Yusuf menjadi orang kepercayaan Potifar yang melebihi orang-orang Mesir yang ada didalam rumahnya. (Kejadian 39:1-3) Artinya dengan kehadiran Yusuf sebagai orang yang takut akan Tuhan maka ia menjadi saluran berkat bagi Potifar. Apapun kondisi kita hari ini dengan kehadiran Tuhan dalam hidup kita bisa mengubah seseorang.

 

2. Takut dan hormat akan Tuhan

 

Tawaran isteri Potifar ditolaknya dan berkata bahwa “kekuasaan yang diberikan kepadaku untuk segala di rumah dan segala milik, kecuali engkau karena engkau adalah isterinya” (Kejadian 39:9). Betapa luar biasa penguasaan diri Yusuf dari ajakan untuk berzinah dengan isteri Potifar. Yusuf orang yang taat kepada Allah. Yusuf tidak akan berbuat dosa hanya karena ajakan untuk memuaskan nafsu isteri Potifar. Ajakan, rayuan dan bujukan isteri Potifar secara berulang-ulang, namun iman Yusuf tetap kuat. Ketaatan Yusuf pada Allah yang ia percaya dan ia sembah yang menjadikannya selalu berhasil di dalam segala pekerjaannya sehingga Tuhan selalu memberkati hidup dan kehidupan Yusuf. Mari kita belajar menghormati Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita.

Ada beberapa hal yang menjadi teladan bagi kita hidup di jaman ini dari kehidupan Yusuf di rumah Potifar.

 

  1. Walaupun menjadi budak dan orang yang tidak berguna dimata manusia, namun karena ia taat dan tekun bekerja maka ia diberkati Tuhan dengan segala keberhasilan. Karena itu jangan pernah kita menganggap bahwa diri kita tidak berguna, sebab Tuhan bisa memakai siapa saja asalkan percaya dan taat kepada-Nya dan membuatnya berhasil. Contoh : kondektur bisa diubah Tuhan menjadi direktur.

 

  1. Ketika kita memiliki kedudukan atau jabatan yang tinggi janganlah menggunakan untuk memperkaya diri sendiri bahkan memuaskan segala nafsu yang pada akhirnya akan menghancurkan hidup kita.

 

  1. Ketika berkuasa jangan pernah lupa beribadah terlebih takut akan Tuhan disegala kehidupan kita, sebab mata Tuhan selalu mengawasi semua yang kita perbuat. Ingatlah bahwa kekuasaan, jabatan dan kedudukan tinggi adalah pemberian Tuhan.

 

Ketika kita memiliki kelimpahan berkat dari hasil pekerjaan kita, janganlah kita menikmati sendiri, melainkan jadilah berkat bagi orang lain. Dan harus kita ingat keberhasilan dalam pekerjaan kita adalah semata-mata karena berkat Tuhan. Pujilah dan muliakan Tuhan senantiasa dalam seluruh kehidupan kita.

Add comment


Security code
Refresh